Langsung ke konten utama

Belajar dari Teka Teki Rubik


Akhir-akhir ini, adik saya senang sekali bermain rubik. Mungkin ini hobi barunya dia. Bayangkan, setiap pergi kemanapun adik saya selalu membawa rubik dan selalu memainkannya. Entah itu menunggu dilayani oleh penjual makanan, ketika sedang di mobil, ketika sedang menghabiskan waktu di rumah dsb.  Adik saya awalnya tidak ngerti sama sekali rumusnya gimana, lalu ngarang-ngarang main aja tetapi ga jadi-jadi juga, mungkin karena frustrasi rubiknya gajadi-jadi, adik saya minta ajarin temennya. Akhirnya adik saya sampai sekarang sudah jago main rubik dan hafal rumusnya pula. Saya juga pernah mencobanya, hanya bisa menyelesaikan 1 sisi saja. Ketika ingin menyelesaikan sisi yang lain, ternyata 1 sisi yang sudah jadi itu malah berantakan. Hingga saya hampir putus asa untuk menyelesaikan teka teki semua sisi rubik itu. Lalu ketika teman adik saya ke rumah, saya baru mengerti kalau ternyata rubik itu ada rumusnya. Kalau tidak mengerti rumusnya sampai upin ipin SMP ya teka teki rubiknya di semua sisi tidak pernah terjawab. Saya lalu iseng untuk searching di mba google tentang rumus rubik. Saya senang dong karena nanti akan bisa menyelesaikan semua sisi teka teki rubik itu. Tapi tak sesuai dengan ekspketasi, saya ga paham membaca rumusnya kaya gimana. Apa itu R' ,L', U’, mata ikan, dan sebagainya. Saya tidak paham bagaimana jalannya. Lalu saya bertanya kepada adik saya tentang rumus tersebut, saya juga tidak dikasih tau maksud dari rumusnya bagaimana. Adik saya emang suka iseng ke saya :""" Akhirnya sampai saat ini saya berhenti bermain rubik karena frustrasi ga pernah jadi semua sisi nya haha. Jangan tiru saya teman teman.


Bermain teka teki rubik ternyata ada pemahaman tentang hidup juga yang masuk ke saya. Bermain teka teki rubik sama seperti sedang mencari 'hakikat hidup' melalui teka teki. Satu satunya cara untuk bisa menyelesaikan semua sisi teka teki rubik adalah dengan mengikuti rumusnya. Semakin tidak mengikuti rumus, maka rubiknya akan semakin kacau,dan tidak akan pernah terjawab semua sisinya. Begitupula dengan hidup ini bukan ? Satu-satunya cara untuk menyelesaikan teka teki hidup untuk menemukan 'hakikat hidup' adalah dengan mengikuti rumusNya. Jangan pernah melawan, apalagi mencari jalan pintas lain yang tidak sesuai dengan rumusNya karena tidak akan pernah bertemu dengan jawabannya. Jika tidak mengikuti rumusNya, yang ada malah tersesat, berputar-putar disitu saja, atau bahkan malah semakin jauh dengan jawaban. Lalu bagaimana dengan orang tidak mengetahui rumusNya ? Ya pasti orang tersebut tidak akan pernah bertemu dengan jawaban kecuali secara kebetulan orang tersebut melalui jalan yang sesuai rumus tadi. Ah tapi di dunia ini tidak ada yang kebetulan bukan ? Itulah kenapa dalam hidup ini kita harus tau rumusNya (aturan agama), harus tau aturan mainnya. Tujuannya adalah agar kita bisa menemukan jawaban, menemukan 'hakikat' hidup yang masih seperti teka teki dengan melalui jalan yang benar, jalan yang sesuai dengan rumusNya agar tidak tersesat. Selain itu, yang paling penting adalah agar diridhoi olehNya. Sehingga untuk orang yang belum paham rumus hidup, harus bertanya kepada orang yang lebih paham. Untuk orang yang sudah paham, jangan lupa untuk mengajari dan menuntun orang orang yang belum paham. Itulah kenapa, dalam hidup kita juga diwajibkan untuk saling mengingatkan rumus hidup, agar kita tetap berada di rumus yang benar :))



Selamat menempuh perjalanan untuk menjawab teka teki hidup! Selamat menemukan hakikat hidup :D



Ditulis dengan penuh kekurangan,

Jika ada teman-teman yang mau menambahkan atau mengkritik dipersilakan ya :)


Kebumen, 23 Juli 2018


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H