Langsung ke konten utama

Postingan

Orang Baik

Orang baik itu ada dimana-mana. Di tengah perkotaan yang katanya lingkungannya lebih mengerikan ternyata pun masih banyak ditemui orang baik. Seperti bapak-bapak ojek online yang mengantarkan saya ke tempat yang belum pernah datangi sebelumnya misalnya, ibu-ibu di Dinkes yang dengan senang hati membetulkan surat penelitan, mba mba di Puskesmas yang dengan ramah menerima permohonan izin penelitian, atau bapak-bapak angkot yang dengan tulus hati mendoakan kelancaran penelitian. Yakinlah orang baik ada di sekitar kita. Asalkan kita mau berkomunikasi dan tidak sibuk dengan gadget sendiri. Orang baik itu ada dimana-mana. Di sekitar kita. Bisa jadi teman-teman dekat kita sendiri. Orang baik, entahlah yang semakin hari semakin sulit untuk ditemukan. Tapi aku yakin ada banyak orang yang menuju menjadi "orang baik". Mungkin karena dia sudah lelah menjadi orang jahat yang ternyata tidak menguntungkan barang  sepeserpun. Purwokerto, 28 Februari 2019

Sebuah surat, Untukmu

Kepada engkau,  Aku tidak tahu siapa engkau.  Aku tidak tahu dimana engkau. Semoga siapapun dan dimanapun engkau, engkau selalu sedang bergerak dalam jalan kebaikan. Disibukkan dalam menisnya menuntut ilmu, bahagianya membantu orang lain, atau bahkan sedang berjuang mengakselerasi diri untuk bisa berkeliling dunia untuk menemukan rahasia-rahasia hidup. Fokus saja dengan tujuan hidupmu dan apa yang telah kamu perjuangkan saat ini. Kamu tidak perlu mengubah tujuan hidupmu hanya untuk bisa bertemu dengan seseorang yang engkau inginkan. Ingatlah, orang-orang satu tujuan akan bertemu dalam satu perjalanan. Kepada engkau, Aku akan tetap di sini menunggu dengan cara yang terbaik Menyibukkan diri dengan menuntut ilmu, mengakselerasi diri, dan juga mendekatkan diri kepada Ilahi. Aku rasa itu sebaik-baik cara menjaga diri. Tahukah kamu ? Aku baru paham pentingnya menjaga diri dari nasihat bapak. Suatu malam setelah menjenguk ibu di RS, bapak tiba-tiba bercer...

Menuntut Ilmu

Kali ini saya akan menulis tentang NHW ( nice homework) yang diberikan oleh IIP. Tugas kali ini adalah merenungi tentang ilmu apa yang ingin ditekuni di universitas kehidupan ini. Sebelumnya saya ingin flashback. Pada saat saya kuliah semester 2, bapak saya pernah mengatakan kalau bapak saya ingin anak-anaknya menjadi anak-anak yang berkualitas. Definisi berkualitas itu sendiri menurut bapak saya adalah mengetahui ilmu dunia dan juga ilmu akhirat. Ilmu dunia di sini bertujuan agar kita bisa bertahan hidup di dunia dan ilmu akhirat bertujuan agar kita tidak terlena dan selalu mengingat akhirat. Jadi jika saya ditanya akan menekuni ilmu apa di universitas kehidupan ini saya akan menekuni 2 jenis ilmu itu yang sebenarnya sudah saya tekuni sejak kecil. 1. Ilmu agama. Ini penting sekali diketahui agar hidup tidak tersesat karena di zaman ini juga sudah banyak area abu-abu antara yang benar dan salah yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Hingga pada akhirnya orang yang pengetahuan agam...
Hai blog Penulismu sekarang lagi skripsyen.. Baru mengerjakan bab 1 sih. Tapi udah krasa strugglenya nyari referensi hehe Doakan ya teman-teman ! Semoga penulis blog ini skripsinya bisa segera selesai dan bermanfaat :)

Aliran Rasa "Persiapan Menjadi Ibu Peradaban"

Tahun 2019 merupakan tahun yang menegangkan bagi saya, karena tahun ini merupakan tahun terakhir saya kuliah S1. Walaupun sebenarnya nanti setelah S1 juga masih ada profesi yang pasti lebih menegangkan dari ini. Di tahun ini pula, saya mulai merencanakan dengan matang "mau ngapain setelah lulus ?" Pilihan itu meliputi kerja, lanjut S2, bisnis, atau nikah ? Nah saya pun tidak tahu pintu  yang mana dulu yang terbuka untuk saya  dari semua kemungkinan-kemungkinan tersebut.  Bagi saya, satu hal penting harus digaris bawahi untuk mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan tersebut adalah persiapan. Ya, persiapan. Persiapan ilmu, mental, fisik, agama, semuanya. Untuk persiapan kerja insha Allah sudah dipersiapkan sejak awal masuk kuliah hingga saat ini. Untuk persiapan lanjut S2 juga sedang on the way. Nah kalau untuk persiapan nikah dan membangun rumah tangga, saya masih dalam tahap belajar. Karena bagaimanapun, menikah dan membangun rumah tanggal tidak sesimple itu. Bukan pula ...

Keputusan

Tanpa kita sadari hidup ini penuh dengan keputusan-keputusan. Sesederhana setelah kita bangun, mau ngapain setelah bangun mau sholatkah atau mau lanjut tidur lagi ?  Tetapi setelah kita semakin dewasa ada keputusan-keputusan hidup yang harus diputuskan oleh diri sendiri dan keputusan-keputusan itu adalah keputusan yang permanen. Saat kita akan lulus SMA. Di masa itu aku bingung mau melanjutkan univ mana, jurusan apa. Kalau misal aku belum diterima di tahun ini aku mau ngapain ? Teman-teman lain juga ada yang memutuskan untuk bekerja setelah lulus SMA Bahkan ada juga teman yang menikah selepas lulus SMA. Sebenernya ga masalah mau ambil pilihan yang mana, yang pasti setiap pilihan akan melahirkan konsekuensi. Aku dulu tidak paham dengan konsep ini. Yang aku tau dulu adalah aku memilih untuk kuliah untuk hidupku yang lebih baik. Ternyata, masa-masa itu sudah terlewat hampir 4 tahun yang lalu.  Sekarang, masa itu terulang lagi namun dengan keadaan yang lebih kompleks. S...

Memutar Kenangan

Sedang memutar kenangan. Ternyata pernah menjadi aktivis di Perhimak UI hehe walaupun ga aktivis-aktivis banget, standar lah. Jadi ingat dua tahun lalu sedang menjadi panitia UI GTK XIII yang memungut semua jatah liburanku. Tapi aku senang kaena dengan adanya mereka, liburanku menjadi berwarna. Mulai dari ngurus surat untuk Try out di Sago, RTS ke sekolah-sekolah dari ujung timur ke ujung barat, tampil tampil lici di KCF, dan meramaikan acara puncak UI GTK XIII. Dan sekarang, semua itu hanya menjadi sebuah kenangan. Menjadi salah satu bagian dari pembelajaran hidup. Sekarang sudah ada adik-adik yang menggantikan. Biarkan yang tua beristirahat. Memutar kenangan sambil mengambil pelajaran. Mengenang episode hidup, pahit manis kehidupan yang mungkin terkadang lupa untuk selalu disyukuri. Berkontemplasi, memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan, mengikhlaskan apa-apa yang harus dilepaskan agar langkah kaki kita lebih ringan untuk melangkah maju ke masa depan. Aku bangga pernah men...