Langsung ke konten utama

Postingan

(Djok)Jakarta

Membuka beberapa folder lama, tetiba jadi flashback. Pernah sejatuh cinta ini pada kota ini. Kota yang katamu, kota romantis. Kota yang katamu, kota yang selalu kamu rindukan setelah rumah. Tentang orang-orangnya yang ramah, suasana kotanya yang ramai tetapi tidak terlalu membuat stres, tentang makanannya yang murah-murah, tempat-tempat wisata yang recommended, dan lain-lainnya. Saat baru awal-awal pindah ke Depok, aku justru ingin ke Yogyakarta. Tapi engga hehe karena aku sudah sejatuh cinta itu juga pada UI. Yogyakarta adalah semangat, yang pernah membara. Cita-cita yang sempat ingin diwujudkan dalam nyata. Setiap liburan, aku hampir selalu menyempatkan ke kota ini. Walaupun hanya sekedar untuk menikmati udaranya saja. Tetapi sejujurnya, ketika aku di Jakarta atau di Depok, masih saja selalu membanding-bandingkan dengan Jogja. Jogja itu kota, tetapi budayanya masih kental sekali. Jakarta itu kota, tapi...... Depok juga kota, tapi...... 'Terima kasih Yogyakarta, pernah ...

Orang-orang Baik

Jika diingat-ingat, banyak mimpiku yang terwujud karena campur tangan banyak orang. Jika dipikir-pikir lagi, dibalik dunia yang katanya mengerikan ini, ternyata masih banyak orang-orang baik Aku tidak tahu bagaimana nasibku jika tanpa bantuan mereka Terkdang, hal-hal ini lupa untuk aku syukuri Bahwa kehadiran orang-orang baik di sekitar kita adakah rezeki yang belum tentu didapatkan oleh orang lain Teringat saat masa skripsi dulu, 110 responden orang baik telah ikut berkontribusi dalam proses kelulusanku Belum lagi peran ibu-ibu kader, dokter, perawat, pegawai TU puskesmas yang sering aku repotkan, pegawai kesbangpol, adek-adek yang lagi magang di dinkes yang pernah aku komplainkan terkait copyan surat, dan juga teman-temanku yang juga aku repotkan untuk membantuku mengambil data dan mengajariku SPSS. Juga teman-teman di SSC, alumni ikasago yang turut serta membantu salah 1 mimpiku yang sempat aku tuliskan saat akan lulus SMA, yaitu membantu adik-adik kelas untuk mewujudkan mimp...
Jika aku punya lebih dari 2 mata dan 2 tangan, mungkin aku bisa berbuat lebih banyak Tetapi aku hanya memiliki 1, dan aku merasa kewalahan untuk mengerjakan ini itu Di titik ini aku sadar, energi itu sangat berharga. Amat sayang jika habis untuk hal yang sia-sia Me : udah H-1 bulan woy!. Semangat yuk semangat yuk semangat! Another me : Dahlah, tidur dulu aja :( malam waktunya untuk tidur kan ?

Dealing with family about your career

sumber : unsplash.com Barusan banget ikut menyimak ig live dari @careerclass_id tentang  Dealing with family about your career  yang diisi oleh masgun. Aku belajar banyak banget dari perjalanan hidup beliau yang membuat beliau seperti hari ini. Kadang atau bahkan sering, kita melihat seseorang sebagai produk jadi tanpa kita tahu apa latar belakang yang menjadikan seseorang menjadi saat ini. Ternyata, dibalik keberhasilan/kesuksesan/kematangan seseorang saat ini, ada pengalaman hidup yang turut serta  membentuknya. Dari cerita masgun, saat beliau semester 7/8 gitu, beliau mengalami masa-masa ‘galau’. Beliau menggalaukan diri sendiri yang sebenarnya sukanya apa, maunya kemana, dsb. Sehingga, beliau mengambil keputusan saat itu untuk menunda lulusnya. Keputusan ini tentu dikomunikasikan dengan orangtua lebih dulu dan orangtua menyetujuinya. Satu tahun perpanjangan itu beliau gunakan untuk mengeksplor dirinya lebih jauh lagi karena selagi masih bergelar mahasiswa ...

Melawan Keterbatasan

pengurus SSC. dokumentasi pribadi Kalau kata Andrea Hirata, "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu" Kalau kata A. Fuadi, "Man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil" Kalau kataku, "Bermimpilah, karena ketika satu impianmu tercapai, kamu akan melemparkan mimpimu lebih jauh lagi. Dengan begitu, kamu akan terus bertumbuh" Malam ini sharing dengan adik adik SSC (Sago Scholarship Care) dari SMAku cukup membuat semangatku naik lagi.  Aku cukup tersentil dengan kalimat mas an, "jika nanti kalian sudah sukses, bisa kuliah di universitas yang diimpikan apakah itu saja yang ingin kalian capai ?kan engga. Cobalah belajar bersyukur dengan tidak hanya mengucapkan Alhamdulilah, tapi juga dengan membantu adik-adik kalian buat bisa masuk  kuliah juga. Dengan kalian membantu adik-adik kalian, suatu saat nanti akan menjadi pohon kebaikan. Jika sekarang kalian menemui berbagai rintangan buat masuk perguruan...
Kamu belum selesai dengan urusan dirimu sendiri. Tentang mata kuliah, tugas akhir, mimpi yang sedang diperjuangkan, dan ya berbagai urusan yang lain. Untuk saat ini, fokus saja ke dirimu dulu. Benahi. Selesaikan semua urusannya. Jika kamu belum bisa menjawab pertanyaan kemana hidupmu akan dibawa, aku rasa kamu memang harus menemukannya lebih dulu. Iya kamu harus tujuanmu agar kamu tahu jalan mana yang harus dilalui dan dengan siapa nanti kamu akan melakukan perjalanan. Santai saja, nikmati seluruh proses yang akan kamu hadapi. Tidak usah terburu buru toh kamu tidak sedang berkompetisi. Lakukan yang terbaik untuk saat ini, insha Allah masa depan juga akan mengikuti. Tetap semangat ya ! Enjoy the process!