Langsung ke konten utama

Postingan

Pelajaran Baru Darimu

Aku pernah belajar darimu perihal nawaitu melakukan sesuatu. Saat itu, kamu pernah bilang, "aku tu heran sama orang-orang yang sering upload di story cuma buat nunjukin kegiatan mereka. Lagi ngerjain tugas upload di story, lagi makan di sini upload, dsb. Buat apa gitu, apakah semua sesuatu yang kita lakukan hanya untuk agar dilihat orang lain ?" Kamu, yang selama ini kebanyakan kata orang, adalah orang yang menyebalkan tiba-tiba begitu bijak. Lalu, kamu melanjutkan lagi celotehanmu,"Heran aja si sama orang yang kayagitu Apakah mereka upload apa-apa yang tidak penting agar terlihat keren, agar mendapatkan pengakuan orang lain ? Kadang, banyak orang yang malah tidak menjadi diri mereka sendiri. Upload ini itu di sosmed ternyata pada kenyataanya tidak demikian." Aku yang sedari tadi memerhatikanmu dengan seksama kata per kata, hanya mengangguk tanda setuju. "Terkadang kita juga harus bodoamat dengan penilaian orang lain, apalagi menilai sesuatu han...

Menuju Titik Puncak

Perjalanan ini sudah semakin menanjak. Otot-otot kaki mulai kelelahan. Napas mulai ngos-ngosan seiring dengan berkurangnya kadar oksigen juga jalanan yang yang semakin terjal. Rasa-rasanya ingin kembali saja ke titik awal. Rasa-rasanya tidak ada enegi lagi untuk mencapai puncak. Teman-teman satu perjalanan pun, merasakan hal yang sama. Saya seperti berjalan di bagian belakang sendiri. teman-teman lain masih bersemangat untuk berjalan menuju puncak. Bahkan mereka mendapatkan bonus di dalam perjalanan. Seperti mendapatkan bunga edelweis misalnya. Namun diri ini, semakin tak bertenaga. Mengejar mereka pun rasanya tak mampu. Lelah, ingin menyerah, ingin di sini saja. Ya, perjalanan ke titik puncak memang semakin berat. Namun, rasa bersyukur begitu memenuhi ruang hati kala diri ini menyadari telah berjalan sejauh ini. Titik dimana yang seharusnya di nanti-nanti. Titik dimana menuju jalan pulang. Pulang untuk melihat senyum manis kedua orang tersayang, juga yang lain. Walaupun sem...

Matahari di ujung senja

Daerah monas. Dokumentasi pribadi Jika matahari sudah di ujung senja, matahari akan tenggelam, hari akan berganti gelap.Matahari akan hilang, lenyap bersama semburat jingga  yang menyala sebelumnya. Orang-orang ingin segera kembali ke tempat yang bernama rumah untuk melepas lelah. Jika matahari sudah diujung senja, menandakan hari ini sudah habis. Perjuangan seharian telah habis. Kesempatan untuk melakukan kebaikan di siang hari sudah habis. Jika matahari sudah di ujung senja, apa yang bisa kamu lakukan ? Bagaimana jika kamu besok tidak bertemu dengan pagi lagi ? Apakah kamu menyesal karena telah melewatkan hari yang ternyata menjadi hari terakhirmu ? Ya, matahari di ujung senja adalah sebagai pengingat diri. Tentang umur yang juga tak selamanya pagi, tapi juga siang dan senja. Ah,tapi kepergian tidak melihat umur.  Tapi setidaknya dengan adanya konsep matahari yang ada di ujung senja, saya manjadi belajar. Bahwa jika nanti usia juga sudah berada di ...

Langit, Tolong Sampaikan

Lokasi Monas. Dokumentasi pribadi Untuk saat ini, aku masih berjuang untuk selesai dengan diriku terlebih dahulu Aku ingin mengenal diriku lebih dalam, mengerti letak kelebihan dan kekurangan, mengerti akan tujuan hidup ingin aku perjuangkan Aku ingin belajar banyak hal terlebih dahulu. Aku ingin merasakan getir manisnya kehidupan yang aku jalani sendiri, agar aku bisa mengambil bayak hal dari situ. Agar nantinya aku bisa menjadi manusia yang lebih bijak, manusia yang belajar banyak dari kehidupan saat sendiri. Agar nanti akan menjadi bekal untukku di kehidupan selanjutnya, agar nanti aku bisa mengajarkan anak-anakku banyak hal dari kehidupan. Agar nantinya anak-anakku menjadi anak-anak yang mengerti kehidupan. Langit, titipkan salamku padanya. Tolong sampaikan melalui hujanmu, bahwa sabar adalah hal terbaik yang diusahakan untuk saat ini. Langit, titipkan rinduku padanya. Tolong sampaikan melalui malammu, bahwa doa di tengah malam yang damai adalah obat mujarab unt...

Krisis Usia 20an

sumber : www.google.com Bagi yang sedang berusia 20an tahun, pasti mengalami perasaan galau usia 20an. Saya sendiri juga demikian. Ada 2 hal yang sering digalaukan oleh orang usia 20an, yaitu ke depannya akan berkarir apa dan akan menghabiskan hidup dengan siapa. Kedua keputusan tersebut merupakan bukan keputusan yang main-main. Sekali memutuskan, akan menjadi keputusan yang permanen. Sehingga perlu ikhtiar juga petunjuk agar tidak salah menyikapi krisis di usia ini dan agar tidak salah memilih. Bagi saya, galau tentang karir dan teman hidup dapat teratasi jika kita sudah benar-benar mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Hal pertama yang harus dilakukan adalah set your life goals dulu. Tujuannya agar apa yang dikerjakan selaras dengan tujuan hidup. Karir adalah tools bukan tujuan, dan teman hidup adalah seseorang yang bisa menyeimbangkan langkah juga memiliki tujuan yang sama dengan kita. Sehingga, hal terbaik untuk mengalihkan kegalauan di usia 20an adalah dengan memper...

Forgiveness is freedom, let it hurt then let it go

HIV does not make people dangerous to know, so you can shake their hands and give them a hug - Princess Diana Saya bisa menuliskan ini karena saya pernah berkomunikasi dan belajar tentang how to be a good nurse dari mereka. Setiap orang pasti memiliki masa lalu. Masa yang berhasil merubah seseorang menjadi seperti hari ini. Entah itu masa lalu yang buruk atau baik, menurut saya, semua itu adalah pembelajaran untuk membuat hidup kita semakin lurus. Jika memiliki sesuatu yang buruk. Misalnya, pernah melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang seperti suka merokok, minum minuman keras, nyoba obat-obatan terlarang, salah pergaulan (gay, lesbi, waria),dan suka "jajan" sana sini. Pada suatu waktu akan ada satu momen yang menjadi sebuah titik balik bagi mereka. Fyi, Orang-orang tersebut merupakan populasi kunci/populasi yang sangat rentan untuk tertular HIV.  Dan ketika mereka sudah tertular, lalu mereka periksa VCT (Voluntary counselling and testing), dan jika hasilnya posi...