Langsung ke konten utama

Forgiveness is freedom, let it hurt then let it go

HIV does not make people dangerous to know, so you can shake their hands and give them a hug - Princess Diana

Saya bisa menuliskan ini karena saya pernah berkomunikasi dan belajar tentang how to be a good nurse dari mereka.

Setiap orang pasti memiliki masa lalu. Masa yang berhasil merubah seseorang menjadi seperti hari ini. Entah itu masa lalu yang buruk atau baik, menurut saya, semua itu adalah pembelajaran untuk membuat hidup kita semakin lurus.

Jika memiliki sesuatu yang buruk. Misalnya, pernah melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang seperti suka merokok, minum minuman keras, nyoba obat-obatan terlarang, salah pergaulan (gay, lesbi, waria),dan suka "jajan" sana sini. Pada suatu waktu akan ada satu momen yang menjadi sebuah titik balik bagi mereka. Fyi, Orang-orang tersebut merupakan populasi kunci/populasi yang sangat rentan untuk tertular HIV.  Dan ketika mereka sudah tertular, lalu mereka periksa VCT (Voluntary counselling and testing), dan jika hasilnya positif hal tersebut bisa menjadi cambukan untuk mereka. Lalu, mereka mengingat ingat perbuatan apa saja yang telah mereka lakukan selama ini. Karena penyakit tersebut belum ada obatnya, banyak dari mereka yang putus asa akan hidup. Banyak dari mereka yang sangat menyesali masa lalunya, bahkan dirinya sendiri.

Karena, tak hanya sakit fisik yang merela dapat, tetapi juga stigma masyarakat yang sangat melekat.

Ya, mereka berusaha keras untuk berubah ke arah yang lebih baik. Berusaha keras meninggalkan masa lalu yang kelam itu, berusaha keras memaafkan diri sendiri, dan berusaha keras melawan beban di hati.

Ada masa dimana mereka terpuruk, tetapi ketika dukungan-dukungan datang, mereka bisa bangkit kembali.  Mencoba tidak menyesali masa lalu, tetapi mencoba untuk menerima, memaafkan, dan mencoba menjadi lebih baik.

Ah ya, pengalaman hidup memang seberpengaruh itu kepada seseorang. Memaafkan diri sendiri memang tidak semudah memaafkan orang lain. Tetapi ketika sudah memaafkan diri sendiri, rasa tenanglah yang kemudian datang menghampiri. Karena seringkali kekhwatiran dan ketakutan datang dari persepsi diri.

#30DWC#30DWCJilid14#Day24

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H