![]() |
| PdanK 2016 |
![]() |
| PdanK 2017 |
![]() |
| PdanK 2018 |
Kuliah
tanpa organisasi sama seperti sayur tanpa garam, hambar !. Bagi anak rantau
seperti saya, organisasi itu sangat penting, karena dapat membunuh waktu selama
saya di sini. Setidaknya saya tidak banyak bengong, karena jika saya bengong
saya nanti mikir kemana-mana dan ujung-ujungnya ingat rumah. Organisasi awalnya
adalah sarana saya untuk menyibukkan diri. Waktu SMA saya pernah mengikuti organisasi,
sehingga saya punya sedikit bekal untuk memulai organisasi di kampus.
Saya mengikuti organisasi saat semester
2 bulan Januari. Karena memang periode kepengurusan semua organisasi di UI dari
bulan Januari-Desember. Saya melakukan pendaftaran open recruitment staff terlebih dahulu. Saya dulu mendaftar 2 organisasi,
yaitu BEM FIK UI dan FPPI (Forum Pengkajian dan Pengamalan Islam), rohisnya
FIK. Saya mendaftar 2 karena dulu takut tidak diterima di salah satunya. Setelah
daftar, akan ada wawancara dari kakak tingkat yang memegang departemen yang saya
daftari. Saya juga bertekad saya harus bisa ikut organisasi di semester ini. Wawancara
ini fungsinya untuk meyakinkan mereka mengapa kita layak mereka pilih untuk
menjadi bagian dari mereka. Saya pun menjawab dengan sepenuh hati
pertanyaan-pertanyaan dari kakaknya. Namun, saya sedikit ragu ketika ditanya
tentang “Apakah bisa desain ?”. Saya sebenarnya tidak terlalu jago soal
desain-desain poster, tetapi waktu mabim (masa bimbingan) saya pernah magang di
sebuah departemen di BEM dan disitu saya pernah ditugaskan untuk membuat
poster. Kalau tidak memakai aplikasi seperti corel/photoshop, kakaknya
mengarahkan untuk memakai aplikasi online
saja seperti canva dan pictochart.
Pada akhirnya saya diterima di kedua
organisasi yang saya daftari, BEM dan FPPI. Di BEM saya diterima sebagai staff departemen pendidikan dan
keilmuan, di FPPI saya sebagai sfatt biro
PSDM. Bagaimana rasanya ? tentu senang karena target saya untuk mengikuti
organisai di semester ini tercapai. Kegiatan perkuliahan dan organisasi pun
berjalan sebagaimana mestinya. Untuk membagi waktu ketika ada jadwal yang
bertabrakan antara kedua organisasi, misalnya dulu ketika rapat rutinan
departemen, saya mengikuti setengah-setengah. Maksudnya, ketika waktu proker
yang saya pegang selesai dirapatkan, saya baru izin untuk mengikuti rapat yang
lain.
Mengikuti organisasi di tahun
pertama kuliah seperti tahap pengenalan dulu bagaimana organisasi di kuliah.
Ternyata jauh lebih mandiri dibandingkan SMA. Di kuliah, ketika dana yang
digunakan untuk suatu kegiatan kurang, mahasiswa aktif mencari dana sendiri,
dengan berdanus (berjualan) misalnya. Sudah ada biro yang mengiri hal ini
jangan khawatir. Organisai di kuliah juga menuntut kita bertanggung jawab
terhadap proker yang kita pegang.
Saya termasuk orang yang lebih suka
menekuni satu hal lalu mendalami, daripada mengikuti banyak hal tetapi tidak
mendapatkan apa-apa. Sehingga pada tahun pertama kuliah saya, saya seagai staff di departemen pendidikan dan
keilmuan (PdanK) BEM, lalu di tahun kedua saya diamanahi menjadi wakil PdanK bersama
dengan teman saya, lalu di tahun ketiga kuliah saya diamanahi menjadi kepala
departemen PdanK. Teman-teman saya banyak yang tanya “Memangnya tidak bosan des
di sana terus?”, saya hanya menjawab “Tidak, aku ingin memengevaluasi dan
memperbaiki departemen ini”. Ya, walaupun dalam perjalanannya di organisasi
tidak lancar-lancar amat ya, pasti ada kerikil, belokan, naikan. Saya juga
pernah merasa sangat bersalah ketika ada sebuah proker yang saya skip banget disitu karena urusan
akademik dan saya sedang memegang kepanitiaan lain.Saya juga tidak mengomunikasikan
apa kesibukan saya saat itu. Maka terjadilah miskomunikasi. Saya juga menjadi tidak enak hati dengan keepala departemen saya. Tetapi
saya jadi belajar dari kesalahan, yaitu untuk tetap mengomunikasikan apapun keadaan
kita, jangan pernah takut kalau mereka akan marah, justru dnegan berkomunikasi
kita bisa lebih saling memahami. Saya juga belajar, bahwa ketik sudah mengikuti
organisasi, pengaturan waktu kapan belajar dan kapan berorganisasi sangat
penting, jangan setengah-setengah. Misalnya ketika sedang di kelas digunakan
untuk mengerjakan organisasi, dan ketika organisasi digunakan untuk mengerjakan
tugas kuliah. Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa, karena pikiran tidak fokus. Kalau
kata kepala departemen saya dulu,kao di organisai ½ + ½ = 0 bukan 1. Jadi, pengaturan fokus
sangat penting. Di dalam buku PhD parent stories, disebutkan bahwa salah satu seseorang
menekuni karakter grit (bisa bertahan
dalam kondisi yang sulit) adalah menekuni hal yang sama dalam waktu yang lama. Namun
tidak hanya menekuni, tetapi juga melakukan perbaikan. Teori ini juga direkomendasikan
oleh Dr.Duckworth penemu teori ini, untuk dijadikan salah satu kriteria untuk
merekrut orang yang mendaftar dalam sebuah perusahaan.
Jadi,
organisasi itu sangat penting diikuti ketika kuliah, kenapa ? berikut
manfaatnya :
1. Meningkatkan
rasa tanggung jawab, karena organisasi di kuliah lebih mandiri dan menunutut
tinggi rasa tanggung jawab kita. Rasa ranggung jawab ini nantinya akan sangat
berguna untuk kehidupan pasca kampus.
2. Meningkatkan
skill komunikasi. Berkomunikasi memang
hal yang mudah kelihatannya, namun juga tidak. Misalnya ketika harus berkomunikasi
dengan kakak tingkat pasti ada sopan santun di sana, ketika memulai chat juga harus salam terlebih dahulu,
agar tidak dicap sebagai adik tingkat yang sembrono.
Ketika berkomunikasi dengan dosen juga memiliki etika tersendiri, seperti
mengucapkan salam ketika akan memulai chat, memperkenalkan diri, keperluananya
apa, lalu menutup salam. Ketika mengirim chat
pun di jam-jam kerja, yaitu dari jam 8 pagi- maksimal sebelum jam 9 malam. Selain
komunikasi dengan berpikirim pesan, kita juga belajar tentang public sepaking, sesuatu yang sangat
saya tidak bisa. Namun perlahan-lahan dengan sering berbicara di dalam forum,
kemampuan tersebut meningkat. Ya, sekali lagi semua hal yang awalnya kita tidak
bisa lakukan , ketika dilakukan secara rutin akan bisa.
3. Networking. Dengan mengikuti organisasi, saya menjadi
lebih banyak mengenal kakak tingkat, dosen-dosen, teman fakultas lain, juga
teman-teman dari BEM fakultas lain dan dari BEM UI. Kita tidak akan tahu
peluang masa depan ada dimana, siapa tahu dari mereka ya kan ? :)
4. Melatih
memimpin dan manajemen organisasi. Ketika menjadi staff saya belajar tentang manajemen organisasi, intinya kita belajar
mendetailkan proker yang kita pegang. Misalnya kapan harus membuat proposal untuk
diajukan ke fakultas, isi proposalny apa saja, barang yang dibutuhkan apa saja,
uang yang dibutuhkan berapa, dan lain sebagainya. Ketika saya menjadi kepala departemen,
saya menjadi lebih banyak belajar tentang kepemimpinan. Di semester 6 lalu saya
juga mendapatkan mata kuliah manajemen keperawatan, yang isinya kurang lebih
tentang kepemimpinan juga. Saya jadi belajar, bahwa kepemimpinan itu banyak
tipenya, ada yang demokratik ada yang otokratik. Apa bedanya ? kepemimpinan
demokratik lebih berfokus pada orang, maksudnya selain tugas selesai hubungan
antara kita dan orang tersebut juga harus tetap bagus, sedangkan otokratik
lebih berfokus pada tugas, jadi gimanapun caranya tugas harus selesai, tanpa
ingin mengerti bagaimana keadaan orang tersebut. Biasanya tipe kepemimpinan otokratik,
di akhir nanti hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin menjadi kurang bagus.
Sehingga saya lebih memilih tipe kepemimpinan demokratik. Selain itu, saya juga
belajar untuk lebih visioner. Di organisasi, dalam membuat sebuah grand design program kerja setahun ke
depan, ternyata sangat detail. Programnya apa saja, yang dibuthhkan apa saja, timelinnya bagaimana, dan anggarannya
berapa. Dari sini saya juga belajar untuk menata kembali hidup saya seperti
sedang membuat grand design program
kerja tersebut. Selain itu, saya juga belajar untuk memahami orang lain, karena
setiap orang berbeda-beda. Ini berlaku ketika nanti saya sudah menjadi perawat,
saya juga akan belajar untuk memahami kondisi pasien, harus peka terhadap
pasien. Ya setidaknya kemampuan itu sudah saya cicil ketika di organisasi.
J Jadi,
organisasi tidak akan menghambat masa depanmu, justru akan mendukung masa
depanmu jika menjalaninya dengan sungguh-sungguh.
#30DWC#30DWCJilid14#Day13
Depok,
3 September 2018



Komentar
Posting Komentar