Langsung ke konten utama

Seramnya Ilmu Biomedik Dasar (IBD)

Teman sekelas IBD 40-Dokumentasi pribadi

Di kampus saya, ada lima fakultas yang termasuk ke dalam rumpun ilmu kesehatan, yaitu FK, FKG, FF, FIK, dan FKM. Tentu bukan tanpa tujuan, UI membangun sebuah gedung yang bernama gedung rumpun ilmu kesehatan tempatnya 5 fakultas tersebut. Salah satunya adalah untuk melancarkan terselenggaranya mata kuliah campuran dari 5 fakultas tersebut. Mata kuliah campuran pertama yang saya dapatkan adalah Ilmu Biomedik Dasar (IBD) 4 sks. Saya sekelas dengan teman-teman 5 fakultas tersebut. Satu kelas isinya 20an orang.

 Kata kating, mata kuliah ini menyeramkan. Kenapa ? Karena mata kuliah ini katanya susah, sks nya gede, tugasnya banyak, dan tentunya sekelas dengan mahasiswa fakultas lain yang menimbulkan rasa nervous. Dan ternyata benar hehehe. Tetapi tidak semenyeramkan tu koq 😊 begini penjelasannya.

Definis Ilmu Biomedik Dasar (IBD)
Ilmu Biomedik Dasar adalah sebuah mata kuliah wajib bagi semua mahasiswa rumpun ilmu kesehatan, karena mata kuliah ini mempelajari dasar-dasar dari manusia,mempelajari keadaan normal manusia. Ilmu tersebut nantinya akan berguna bagi semua mahasiswa. Jadi, harus bener-bener paham ketika belajar, supaya kesananya tidak ketetera. Ibaratnya , ini sebagai pondasi sebelum kita membangun rumah. Pondasi tentunya harus kuat, agar rumahnya tidak roboh 😊. Mata kuliah ini memiliki beban sks sebesar 4 sks. Lumayan gede ya. Jangan khawatir, stay cool. Masih ada kesempatan untuk belajar bukan ?

Sistem Belajar
Di awal sudah saya bilang bahwa UI menganut sistem pembelajaran student centered learning, pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa. Di IBD ini, kami menggunakan SceLe, untuk mengupload dan melihat daftar tugas serta informasi. Sebelum hari H masuk kelas, mahasiswa diberikan tugas terlebih dahulu untuk membaut ppt yang berisi tentang materi yang akan dipelajari di minggu tersebut. Oiya matkul ini ada di hari rabu, tugas harus dikumpul hari senin sebelumnya. Tujuannya apa ? Agar mahasiswa Belajar :D, agar mahasiswa otaknya tidak kosong saat masuk kelas, at least sudah baca ppt yang dibuat. Karena, saat di kelas pun tidak ceramah mengajarkan materi, tetapi mahasiswa dibagi lagi ke dalam kelompok-kelompk kecil yang berisi 3-4 orang untuk berdiskusi materi-materi yang kemarin saat hari senin diupload. Setiap kelompok mendapatkan bahasan yang berbeda. Setelah sekitar 30 menit berdiskusi, sesi selanjutnya adalah presentasi. Nah, di sesi inilah saya sering deg-degan tak karuan, karena takut ada pertanyaan-pertanyaan super kritis di luar pemahaman saya ditanyakan ke kelompok saya hehehe. Oiya saat presentasi juga ada nilai presentasinya ya. Kalau ada yang bertanya, menjawab, dan menambahkan juga mendapat poin tambahan. Dari sini sudah terlihat kan, betapa PROSES di kelas, sangat dihargai di sini ? salut !. Setelah setiap kelompok mempresentasikan, di akhir dosen biasanya hanya mengklarifikasi hal-hal yang belum mahasiswa pahami. Setelah itu istirahat. Namun, belum selesai.
Jam 13.00, kelas mulai lagi, namun kali ini sesi praktikum. Di sesi praktikum, sebelum praktikum dimulai, SELALU ada quiz dan dinilai. Soalnya seringnya 10 soal pendek. Jadi, para mahasiswa harus belajar materi quiz juga malemnya. Materi praktikumnya pun masih ada kaitannya sama materi saat diskusi di kelas. Misalnya, di kelas membahas tentang sistem respirasi. Nanti di praktikumnya dikasih phantom manusia, lalu dilihat organ-organ respirasi apa saja dan fungsinya apa. Praktikumnya lebih melihat anatomi organ-organ dari suatu sistem tubuh. Setelah pembelajaran selesai, ada tugas lagi, yaitu membuat mindmap dalam kertas A3 yang berisi tentang materi yang hari tersebut telah dipelajari. Tujuannya adalah agar mahasiswa semakin paham dengan apa yang dipelajari dan bisa menghubung-hubungkan materi di dalam topik tersebut.

Topik-topik yang dipelajari
  1. Biologi sel, homeostasis, dan komunikasi antar sel
  2. Sistem saraf dan endokrin sebagai pengendali homeostasis
  3. Sistem reproduksi dan prinsip genetika
  4. Sistem muskuloskeletal
  5. Sistem respirasi
  6. Cairan tubuh
  7. Sistem pencernaan
  8. Sistem imun
Banyak dan berat, tapi YOU MUST DO IT !

Ujian
Ujian mata kuliah IBD ini ada 3 jenis, yaitu quiz saat praktikum IBD, UTS, dan UAS. Ujian saat quiz sudah saya jelaskan di atas. Untuk UTS dan UAS ujiannya menggunakan komputer. Soalnya sekitar 60an soal teori, 40 soal praktikum*seingat saya. Tetapi karena mahasiswa rumpun ilmu kesehatan sangat banyak dan lab komputernya hanya beberapa, jadi ujiannya dibagi ke dalam beberapa gelombang. Setiap gelombang sudah dijatah ujian dari jam berapa sampai jam berapa. Saya pernah, karena saking gugupnya berangkat hanya membawa alat tulis yang dimasukan ke dalam tas. Lupa tidak membawa dompet dan uang. Di dalam dompet saya ada kartu mahasiswa yang harus ditunjukkan sebelum ujian. Jadilah saya pulang lagi ke asrama UI untuk mengambil kartu mahasiswa saya*untung bikun gratis jadi tidak perlu uang untuk membayar karena saya pun tidak membawa uang sama sekali wkwk.

OK. Back to topic ya. Saat di kelas, kami memang diskusi sangat dalam mengenai suatu topik. Sampai harus membaca beberapa referensi untuk menemukan jawaban. Hal ini akan memudahkan dalam ujian karena ketika belajar sesuatu secara mendalam, ketika menjawab soal ujian terasa gampang hehe.Tapi juga harus diiringi rajin belajar juga.

Testimoni setelah mengikuti mata kuliah ini
Sangat amat lega, karena sudah melewati satu mata kuliah yang katanya susah. Apalagi melewatinya tanpa remed. Syukur Alhamdulilah. Karena tidak menutup kemungkinan ada yang tidak lulus mata kuliah ini, yang artinya tahun depan harus mengulang mata kuliah ini dengan maba. Dengan belajar mata kuliah ini saya menjadi lebih paham tentang anatomi fisiologi manusia, ya walaupun untuk menjadi paham perlu proses yang lama. Mulai dari baca buku terus ga ngerti, akhrinya nanya temen, sampai terkadang nyari videonya agar lebih tergambar. Begitu terus siklusnya ketika belajar. Saya juga menjadi lebih disiplin waktu mengingat tugas yang amat banyak. Ketika selesai kelas IBD hari ini, saya langsung membuat mindmapnya agar tidak lupa pemahamannya dan untuk menyicil. Lalu setelah itu saya mengerjakan tugas ppt tentang topik yang akan dibahas minggu depan. Lalu, malam rabunya belajar untuk quiz dan presentasi. Ya, begitulah mata kuliah dengan beban 4 sks. Berat, tapi itu akan meringankanmu untuk melangkah sebagai mahasiswa rumpun ilmu kesehatan 😊
Bagi para mahasiswa baru, kalau ada kating-kating banyak yang bilang IBD itu susah, serem, nakutin, bikin capek dll. Itu adalah benar. Tapi harus diingat, IBD adalah pondasi kalian sebelum melangkah lebih jauh. Sebelum kalian mempelajari sesuatu yang tidak normal dalam diri manusia, harus ngerti dulu kan yang normal kayagimana ? bagaimana kalian tahu kalau seseorang itu sakit, sedangkan kalian tidak tahu kondisi sehatnya seperti apa ?
Jadi, tetap pelajari dan jalani dengan sepenuh hati mata kuliah super penting ini.
SEMANGAT !

#30DWC#30DWCJilid14#Day11

Kebumen, 1 September 2018

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H