![]() |
| sumber : www.google.com |
Jika
diamat-amati, dunia ini penuh dengan keseimbangan. Ada malam ada siang, ada kejahatan
ada kebaikan, ada kaya ada miskin, ada hujan ada kemarau, ada sehat ada sakit dan
sebagainya. Keseimbangan itu diciptakan agar kehidupan ini tetap berjalan normal.
Coba bayangkan, jika di dunia ini hanya ada siang saja, semua orang akan kelelahan
karena dan tidak mendapatkan ketenangan karena tidak mendapatkan waktu yang
tepat untuk mereka beristirahat, pun sebaliknya. Jika yang ada hanya malam terus,
manusia tidak bisa beraktivitas dengan maksimal. Tak bisa dipungkiri, di dunia
ini pun banyak sekali kejahatan. Namun di sisi lain juga masih banyak
orang-orang yang berusaha mewujudkan kebaikan. Sehingga walaupun banyak
kejahatan, kejahatan tersebut akan tertutup dengan kebaikan. Terkadang banyak
juga orang yang mengeluh jika sepanjang hari matahari terasa menyengat. Namun ketika
hujan datang, mereka mengeluh juga karena tidak bisa beraktivitas ke luar
rumah, pakaian tidak kering-kering, dan membuat sakit. Dengan adanya sakit,
membuat orang menjadi ingat bahwa berharganya nikmat sehat yang selama ini kita
abaikan. Ya, begitulah keseimbangan. Semua hal di dunia ini berpasang-pasangan
untuk saling menyeimbangkan, untuk saling menyampaikan pesan kepada manusia agar
bersyukur. Jika misalnya lagi banyak kejahatan merajalela, anggap saja kita
sedang disuruh untuk lebih waspada. Jika sedang musim kemarau, kita sedang diuji
apakah kita bersabar dengan keadaan atau tidak. Jika sedang banyak pekerjaan,
lalu waktu malam datang, itu bisa sebagai pengingat kita agar tidak lupa
beristirahat. Jadi jangan eluh-eluhkan sebuah keadaan. Nikmati saja apa yang
terjadi hari ini.
#30DWC#30DWCJilid14#Day18
Depok,
8 September 2018

Komentar
Posting Komentar