Langsung ke konten utama

Dunia dan Keseimbangan

sumber : www.google.com


Jika diamat-amati, dunia ini penuh dengan keseimbangan. Ada malam ada siang, ada kejahatan ada kebaikan, ada kaya ada miskin, ada hujan ada kemarau, ada sehat ada sakit dan sebagainya. Keseimbangan itu diciptakan agar kehidupan ini tetap berjalan normal. Coba bayangkan, jika di dunia ini hanya ada siang saja, semua orang akan kelelahan karena dan tidak mendapatkan ketenangan karena tidak mendapatkan waktu yang tepat untuk mereka beristirahat, pun sebaliknya. Jika yang ada hanya malam terus, manusia tidak bisa beraktivitas dengan maksimal. Tak bisa dipungkiri, di dunia ini pun banyak sekali kejahatan. Namun di sisi lain juga masih banyak orang-orang yang berusaha mewujudkan kebaikan. Sehingga walaupun banyak kejahatan, kejahatan tersebut akan tertutup dengan kebaikan. Terkadang banyak juga orang yang mengeluh jika sepanjang hari matahari terasa menyengat. Namun ketika hujan datang, mereka mengeluh juga karena tidak bisa beraktivitas ke luar rumah, pakaian tidak kering-kering, dan membuat sakit. Dengan adanya sakit, membuat orang menjadi ingat bahwa berharganya nikmat sehat yang selama ini kita abaikan. Ya, begitulah keseimbangan. Semua hal di dunia ini berpasang-pasangan untuk saling menyeimbangkan, untuk saling menyampaikan pesan kepada manusia agar bersyukur. Jika misalnya lagi banyak kejahatan merajalela, anggap saja kita sedang disuruh untuk lebih waspada. Jika sedang musim kemarau, kita sedang diuji apakah kita bersabar dengan keadaan atau tidak. Jika sedang banyak pekerjaan, lalu waktu malam datang, itu bisa sebagai pengingat kita agar tidak lupa beristirahat. Jadi jangan eluh-eluhkan sebuah keadaan. Nikmati saja apa yang terjadi hari ini.

#30DWC#30DWCJilid14#Day18
Depok, 8 September 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 9 : Dear Me,

sumber : unsplash.com Ada kalanya aku ingin menjadi aku yang masih berumur 10 tahun. Saat itu aku masih kelas 5 SD. Saat segalanya begitu menyenangkan. Saat segalanya begitu sederhana. Saat raga dan jiwa tak perlu saling tentang. Saat mulut dan hati tak perlu saling berpura-pura. Saat aku sedang suka-sukanya membaca buku pelajaran, apalagi buku pelajaran Bahasa Indonesia. Aku suka, karena di sana banyak cerita. Dengan membaca cerita, aku seperti jalan-jalan. Aku senang saat pelajaran IPA, terutama tentang tumbuh-tumbuhan. Saat itu, aku menjadi rajin meminjam buku ensiklopedia di perpus tentang bonsai, tanaman-tanaman yang tumbuh di dunia, dan juga hewan-hewan. Oh ya aku ingat, aku juga penasaran dengan planet-planet dan luar angkasa. Lantas aku meminjam buku ensiklopedia tentang itu. Dari buku itulah aku kenal dengan yang namanya negara-negara luar dan tanaman-tanaman yang tumbuh di sana. Aku juga jadi mengetahui tentang tata surya. Tak hanya itu, aku juga suka dengan pelajaran I...