Langsung ke konten utama

Attachment

Sungai kapuas. Dokumentasi pribadi

Dalam hidup, saya selalu membuat ikatan-ikatan. Dengan orangtua, dengan teman, dengan hal yang saya suka, dan dengan yang lebih agung lagi-Rabbku. Sebuah ikatan yang membuat saya memiliki mereka. Seolah-olah akan selamanya akan bersama saya. Padahal, pada kenyataannya tidak. Akan ada waktunya mereka  pergi, hilang, dan kembali ke asal mereka. Hal ini membuat saya tersadar, bahwa saya tidak memiliki apapun di sini. Hanya kemurahan Nya lah yang membuat saya pernah sendirian.
Saya pernah membaca bukunya Yasmin Mogahed yang berjudul Reclaim Your Heart. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa ikatan-ikatan yang abadi sajalah yang tak pernah bisa hilang. Yaitu Ikatanmu dengan Rabbmu, dengan kehidupan akhirat. Dialah sang pemiliki. Dialah yang meminjamkan semua ini kepadamu. Sehingga salah satu cara agar kita tidak kecewa jika Dia mengambil apapun yang kamu miliki, adalah dengan meletakkan ikatan-ikatan yang rapuh di tangan jangan di hati kita. Sehingga nantinya yang terluka hanya tangan kita. Dan hati kita, hanya terisi penuh olehNya. Oleh kehidupan abadi, akhirat.
Kita harus bijak dalam menyikapi ikatan-ikatan yang rapuh.
Kita harus bersiap untuk segala kemungkinan. Bahwa apa-apa yang kita miliki suatu saat akan diambil. Hal ini membuat saya belajar untuk ikhlas, melapangkan hati. Mencoba meletakkan apa apa yang saya miliki di tangan saya, bukan di hati saya. Saya mencoba untuk mengisi hati hanya  untukNya. Ya, walaupun sulit, walaupun masih belajar, tetapi tetap harus diupayakan.
Agar tidak terjebak ke dalam ikatan-ikatan yang rapuh. Apalagi ikatan dengan si dia yang tak jelas gitu kan *hehe. Jangan sampai ya.
Karena hidup terlalu disayangkan jika tidak dimanfaatkan. Semoga apa yang kita lakukan adalah dalam rangka terus menujuNya.
.
SEMANGAT !
#30DWC#30DECJilid14#day23
Depok, 14 September

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H