Langsung ke konten utama

Tertunda Bukan Berarti Tidak Bisa

sumber : www.google.com

Sejak awal kuliah saya memiliki banyak sekali mimpi. Ingin ini dan itu, ingin kesana dan kesitu. Namun, sampai detik ini rasa-rasanya tidak banyak yang menjadi nyata. Sedikit ada rasa menyesal dan sedih karena saya tidak memperjuangkan mimpi tersebut dengan sungguh-sungguh. Saya sadari, saya memang memiliki banyak mimpi, namun saya tidak mendetailkan melakukan apa saja untuk mencapai mimpi tersebut. Sehingga ibarat saya sedang berjalan, saya tidak memiliki tujuan. Eh saya memiliki tujuan, tetapi saya tidak menuju ke tujuan tersebut atau saya sedang menuju ke tujuan namun jalannya masih sangat lambat. Entahlah.

Tujuan saya ketika lulus nanti simple, yaitu bisa memberikan manfaat melalui tempat saya bekerja, dimanapun. Saya juga ingin melanjutkan studi S2. Saya sudah pernah manata semuanya untuk bisa mencapai itu. Namun, rasa-rasanya masih sangat jauh. Saya masih memerlukan beberapa hal, seperti prestasi dan kemampuan Bahasa Inggris. Untuk prestasi, saya pernah mengikuti beberapa lomba yang saya rasa itu worth it, tetapi saya tidak banyak yang lolos. Tetapi saya menyadari, mungkin karena saya mengerjakannya kurang maksimal sehingga saya tidak lolos. Sedangkan untuk Bahasa Inggris, saya sedang menyicil untuk belajar. Mulai dari belajar grammar, pronounciation, dan listening. Saya sadari saya memang tertinggal sangat jauh, namun tidak ada kata terlambat.

Saya percaya untuk bisa meraih mimpi adalah bukan dari seberapa pintar kamu, tetapi dari seberapa pantas kamu. Apakah kemampuanmu sudah mumpuni untuk mencapai mimpimu. Jika belum mumpuni, mungkin Dia akan menunda terlebih dahulu. Bukan, bukan karena kamu tidak mampu tetapi karena kemampuanmu belum sepadan dengan yang dibutuhkan mimpimu. Kenapa saya bisa berkata demikian ? karena hal ini pernah saya alami ketika saya akan masuk kuliah. Saat itu saya mendaftar SNMPTN tetapi tidak lolos, saya menyadari karena nilai rapot saya jelek, kemampuan saya tidak cukup untuk nantinya saya kuliah di universitas jika saya hanya mengandalkan nilai rapot. Lalu pada akhirnya, saya belajar lagi dan lagi untuk ujian tulis, dan Alhamdulilah saya lolos. Ketika belajar, secara tidak langsung saya telah mengupgrade kemampuan saya. Sehingga saya telah mencapai kemampuan untuk nantinya bisa beradaptasi dengan dunia universitas.

Hal ini membuat saya belajar, bahwa ketika Dia menunda keinginanmu terwujud bukan berarti kamu tidak pantas di sana, tetapi karena kamu belum pantas di sana. Tertunda bukan berarti tidak bisa, tertunda bukan berarti gagal. Tertunda berarti saatnya untuk mengupgrade diri. Kelak Dia akan menyegerakan impianmu di waktu yang tepat dan saat kamu telah siap 😊

#30DWC#30DWCJilid14#Day16
Depok, 6 September 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H