![]() |
| Dokumentasi Pribadi |
Menurut
kalian apakah definisi dari orang kaya ?
Mungkin
banyak yang berpikiran orang kaya adalah orang yang memiliki harta melimpah.
Namun, hari kemarin saya memiliki pandangan yang berbeda tentang pandangan orang
kaya. Saat di kelas, fasilitator saya memberikan pengantar tentang salah satu
mata kuliah di semester ini, yaitu praktikum klinik komunitas. Karena kami
sudah semester 7, tingkat akhir, beliau bertanya begini ? “Adakah di sini yang
masih tidak ingin menjadi perawat ?”, semua mahasiswa diam. Beliau lanjut
berbicara, “Kalau misal masih ada yang tidak ingin menjadi perawat, mulai dari
sekarang sudah tanya-tanya ke orang lain, agar ketika berjalan kita tidak hanya
lurus saja, tetapi kita bisa melihat peluang.” Beliau berhentik sejenak. Saya
masih serius memperhatikan beliau, teman saya yang lain juga serius
memperhatikan. Tidak ada yang berkutik, sangat disayangkan jika nasihat-nasihat
hidup disepelekan.
“Apakah kalian mengetahui apa itu perawat profesional ?
Apakah perawat yang sukses karena banyak harta ?. Bagi saya, perawat
profesional adalah perawat yang sukses dengan karir perawatnya. Maksudnya apa ?
maksudnya, perawat itu bisa menjalankan tugasnya dengan baik di ranah yang
digelutinya. Jadi jelas ya, tidak melulu harta yang dikejar, tetapi tunjukkan
profesionalitas kita dengan melakukan pekerjaan sebaik-baiknya. Bukan perawat
yang kaya kemudian memiliki banyak harta, memiliki banyak apartemen, memiliki
banyak mobil, dan sebagainya. Orang yang tidak kekurangan setiap harinya pun
sudah disebut orang kaya, sekalipun orang tersebut tidak memiliki rumah. Karena
kaya tidak melulu berdasar pada harta, tetapi pada hati, pada kemampuan kita
untuk pandai bersyukur. Hingga kaya yang sesungguhnya adalah orang yang kaya
hati. Orang yang selalu bersyukur, qona’ah, rendah hati, dan baik kepada
sesama. Jika bisa seperti itu, kelak ketentraman hatilah yang didapat. Bukankah
itu yang seharusnya dicari manusia ?. Jika kaya tetapi hidupnya tidak tenteram
saya yakin orang tersebut tidak dapat menikmati hidupnya. Misalnya, koruptor,
memiliki banyak harta, tetapi apakah hidupnya tentram ? Tidak, karena takut
sewaktu-waktu ditangkap KPK. Misalnya lagi, maling. Mungkin bisa secara kilat
mendapatkan banyak harta, tetapi apakah hidupnya tentram ? Tidak, karena takut
jika sewaktu-waktu ketika akan mencuri akan ketahuan orang lalu menjadi buronan
polisi. Pun bagi orang pebisnis hitam, seperti orang bisnis narkoba, minuman
keras, prostitusi, mungkin mereka memiliki banyak uang, tetapi apakah hidupnya
tentram ? Tidak, karena di dalam hatinya ada rasa cemas bagaimana jika suatu
saat jika ada razia oleh polisi. Ya, melakukan pekerjaan dengan profesional, lalu
selalu bersyukur, maka ketentramanlah yang didapat, dan ketentraman terbaik
adalah ketentraman karena Allah SWT.
Ketika
kalian besok sudah lulus, pilih saja lahan yang kalian sukai dan nyaman. Karena
bahagia kita sendiri yang menentukan. Perawat tidak harus di rumah sakit, ada
juga yang di perusahaan, di komunitas, membuka klinik keperawatan sendiri, dan
sebagainya. Jangan mempersempit pikiran kita dengan anggapan bahwa perawat
hanya di rumah sakit. Sudah semester 7, sudah saatnya meluaskan pikiran. Pilih
lahan yang disana kamu bisa nyaman dan puas. Misalnya jika ada yang tertarik di
komunitas, lalu ketika berhasil membuat seseorang yang awalnya merokok menjadi
tidak merokok, dia merasa bahagia dan puas. Pun jika ada yang tertarik di rumah
sakit, lalu ketika berhasil memperlambat kematian orang lain dengan berhasilnya
tindakan resusitasi jantung paru (RJP) yang dilakukan, dia merasa bahagia dan puas.
Karena sekali lagi, kebahagiaan datang dari dalam hati, kepuasan ketika bekerja
pun tidak melulu karena gaji tetapi kepuasan karena berhasil bermanfat bagi
orang lain”
Nasihat
sarat makna terebut lama-lama menjelma menjadi karakter yang akan berbunga
ketika lulus. Bunga yang menyebarkan semerbak bau wangi kepada sekitarnya.
#30DWC#30DWCJilid14#Day14
Depok, 4 September 2018

Komentar
Posting Komentar