Tempat
ini adalah mimpi 4 tahun yang lalu. Tempat dimana kakiku dilatih lebih kuat,
otakku dilatih lebih tajam, dan jiwaku dilatih untuk lebih paham akan kehidupan.
Di
sini, mimpi-mimpi ini justru tumbuh semakin subur. Memang benar, ketika satu
mimpi telah tercapai, mimpi tersebut akan melemparkan kepada mimpi yang lain.
Waktu
SMA, aku memandang kuliah sebagai sarana mewujudkan mimpi diri sendiri. namun
ternyata, hidup terlalu egois jika hanya untuk memikirkan diri sendiri. Buat apa
ilmu yang sudah kita dapat tu ya kan ?. Sedangkan di luar sana, banyak orang
yang membutuhkan kita. Melihat fenomen di kampung halaman yang masih banyak
orang yang tidak melek kesehatan, ada orang yang tiba-tiba terkena serangan
jantung, ada orang yang tiba-tiba terkena diabetes melitus, juga remaja perokok
yang semakin banyak saja jumlahnya, bahkan banyak dari mereka yang melakukan
sex bebas. Whats wrong ? ah tapi, sekrang bukan saatnya untuk menyalahkan apa
dan siapa. Just wasting time.
Melihat
fenomena itu, membuat diri ini merenung banyak hal. Tentang kontribusi juga
tujuan hidup. Apa sih yang membedakan dunia
tanpa aku dengan dunia ada aku ? jika tak ada bedanya, sudah seberapa
bermanfaatkah aku ? Kalo kata bapak, jadilah orang yang nantinya bisa dikenang
oleh orang lain, dimana ketika kamu sudah meninggal namamu masih tetap hidup. Sehingga,
jadikanlah pekerjaanmu nanti sebagai ibadah, sebagai sarana amal jariyah. Sehingga
ilmu yang kamu dapatkan bisa berkah.
Melihat
fenomena itu, membuat aku semakin termotivasi untuk ingin segera kembali,
karena sudah terlalu banyak orang hebat di kota ini. Mungkin dengan aku
kembali, bisa sedikit demi sedikit memperbaiki.
Ya,
aku pergi untuk kembali.
Namun,
masih 2 tahun lagi untuk berproses dan menempa diri di sini.
#30DWC#30DWCJilid14#Day20
Depok,
10 September 2018
Komentar
Posting Komentar