Langsung ke konten utama

Perpusat UI

sumber: uiupdate.ui.ac.id

Namanya perpustkaan pusat UI, tetapi dipanggil pepusat UI. Selama kuliah hampir 3.5 tahun di sini mungkin bisa dihitung menggunakan jari saya berkunjung ke perpus berapa kali. Untuk mengunjungi perpus onlinennya pun bisa dihitung menggunakan jari. Sekarang aja menjadi lebih sering berkunjung ke perpus karena mau skripswet :D

Pada intinya, setelah saya melakukan praktik di beberapa RS, saya merasa banyak orang di luar snaa yang ternyata sangat menginginkan bisa mengakses perpus ui. Entah itu mencari sumber skripsi, mencari buku, mencari jurnal, dsb. Karena memang bisa dikatakan perpus ui itu lengkap. Dari buku zaman dahulu sampai zaman sekarang pun ada. Jurnal-jurnal internasional yang berbayar juga ada tetapi karena perpus ui sudah berlangganan, jadinya mahasiswa bebas mengakses jurnal-jurnal tersebut secara gratis. Oh iya perpus ui juga menyediakan jasa untuk mengecek plagiarism suatu karya ilmiah. Dan saya juga baru tahu kalau semua skripsi, tesis, disertasi dll bisa diakses via online juga.Kalau mau donwload ebook-ebook apapun juga bisa.

Lalu terkadang, ketika saya sedang di perpus dan melihat banyak sekali orang non UI yang rela datang ke perpus untuk mencari buku maupun referensi skripsi, saya suka terharu  karena saya sangat jarang ke perpus.

Ah ya terkadang kita memang sering take it for granted. Padahal seharusnya kita bisa lebih banyak mendapatkan ilmu karena akses untuk mencari ilmunya lebih mudah. Fasilitas sudah lengkap, tinggal mau apa engga untuk menggunakan fasilitas itu. Kalau kata dosenku, harusnya tingkat syukur kita lebih tinggii karena tidak semua orang bisa meraskan nikmatnya menuntut ilmu. Pola pikir kita juga hrusnya berubah, harus bisa memberikan manfaat yang lebih kepada banyak orang dengan ilmu yang kita miliki.

Depok, 6 Desember 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dealing with family about your career

sumber : unsplash.com Barusan banget ikut menyimak ig live dari @careerclass_id tentang  Dealing with family about your career  yang diisi oleh masgun. Aku belajar banyak banget dari perjalanan hidup beliau yang membuat beliau seperti hari ini. Kadang atau bahkan sering, kita melihat seseorang sebagai produk jadi tanpa kita tahu apa latar belakang yang menjadikan seseorang menjadi saat ini. Ternyata, dibalik keberhasilan/kesuksesan/kematangan seseorang saat ini, ada pengalaman hidup yang turut serta  membentuknya. Dari cerita masgun, saat beliau semester 7/8 gitu, beliau mengalami masa-masa ‘galau’. Beliau menggalaukan diri sendiri yang sebenarnya sukanya apa, maunya kemana, dsb. Sehingga, beliau mengambil keputusan saat itu untuk menunda lulusnya. Keputusan ini tentu dikomunikasikan dengan orangtua lebih dulu dan orangtua menyetujuinya. Satu tahun perpanjangan itu beliau gunakan untuk mengeksplor dirinya lebih jauh lagi karena selagi masih bergelar mahasiswa ...

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...