Langsung ke konten utama

Sebuah perenungan

sumber: dokumentasi pribadi



Jika dipikir-pikir dan rasakan, banyak seklai yang ingin kita kejar.
Tentang lulus cumlaude, karir cemerlang, studi luar negeri, dan sebagainya yang bahkan sampai bingung apakah hal ini realistis atau idealis.
Terkadang hal-hal tersebut terlalu menguasai diri dan membuat diri ini melupakan apa-apa yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam hidup. Hal tersebut belum tentu membuat hidup kita berkah. Tergantung dari niat utama dan begaimana kita menjalaninya.



Jika dipikir-pikir dan rasakan. Banyak sekali yang ingin menjadi kaya. Karena bukan sebuah kemunafikan bahwa hidup perlu harta. Namun kayanya seperti apa ? Bagaimana cara upaya menjadi kaya ?
Gini-gini...ada banyak orang yang kaya, namun hidupnya tidak tenang. Misalnya koruptor, penjual miras, pengedar narkoba, pencuri, dsb. 
Ada juga yang berpikiran demi menjadi kaya, ada yang menjadi gila kerja. Kerja, kerja, dan kerja. Alhasil mereka memiliki banyak harta, tetapi mereka tidak memiliki waktu untuk keluarga. Dan bahkan ada yang tidak memiliki waktu untuk menjalankan kewajiban untuk diri sendiri. Hidup dengan banyak harta, tetapi tidak dengan banyak manusia. 

Apakah hidup seperti itu yang kamu inginkan ?


Terkadang, apa-apa yang disekitar kita terlalu mempengaruhi kita. Terlalu menguasai diri hingga membuat bias mana antara kebutuhan  diri dan nafsu. Padahal, jika kita mengingat-ingat akhir dari kehidupan panjang ini, semua itu, tentang kehidupan yang sangat berkilau itu, tidak ada apa-apanya. 
Lalu akan timbul pertanyaan, "Apakah yang selama ini aku lakukan berkah ? Apa bekal yang sudah aku persiapkan untuk menghadapi hari esok ?"

Terus tiba tiba tergugu, kaku.

Selamat berkontemplasi.
Hidup ini akan menarik, jika kita tahu cara mainnya.

Depok, 4 Desember 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H