Dalam
hidup, kita bertemu dengan berbagai jenis orang. Dari mereka ada yang kemudian
pergi, ada juga yang tinggal sampai saat ini. Terkadang manusia memandang sesuatu
dari sisi egois. Mereka menyangka bahwa orang-orang datang dan pergi dalam
hidunpnya. Tetapi sebenernya dirinya juga sebenarnya datang dan pergi dari
hidup orang-orang.
Semakin
dewasa semakin paham. Ternyata orang-orang yang kita temui hanya bertemu saat
kita sedang satu frekuensi. Setelah selesai, kita kembali berjalan menuju jalan
masing-masing dan kembali menemukan frekuensi yang sama lagi. Karena manusia
memang punya lintasan hidupnya sendiri-sendiri. Lintasan yang rumit, kadang bertemu
di persimpangan, lalu berpisah menuju lintasan lain. Kaya dua bintang yang Cuma
sebentar ketemu. Pertemuan singkat, namun bermakna, yang dapat digunakan
sebagai pengalaman dan bekal perjalanan menyusuri lintasan lain. Sambil
menunggu takdir mempertemukan lintasannya kembali dengan bintang yang lain. Maupun
bintang yang sama-sebuah suara menimpali
Hal
ini juga membuat saya sadar bahwa kedatangan dan kepergian adalah keniscayaan.
Bahwa tak ada yang abadi dan tidak ada yang dapat kita miliki.
Baiti
Jannati, 29 Maret 2020.

Hanya ada segelintir saja yang mampu bertahan dalam sebuah hubungan. Dalam hal ini pertemanan. Semoga kita selalu dipertemukan dengan orang-orang baik, walaupun hanya selintas bertatap muka :D
BalasHapus