Langsung ke konten utama

Harus Ngrasain Jadi KaDept !

Anggota PdanK BEM FIK UI 2018 plus KaBemnya


Tak terasa sudah 3 tahun berada di dept.pendidikan dan keilmuan (PdanK) BEM FIK UI sampai pada akhirnya aku bisa mendapatkan banyak hal di sini. Alhamdulilah dari awal maba sampai dengan sekarang menjadi mahasiswa paling (tua) bijak bisa istiqomah di departemen ini. Tentu keistiqomahan ini bukan tanpa alasan. 
- Alasan yang pertama adalah karena aku memang nyaman berada di sini walaupun prokernya banyak dan rempong hehe.
-  Alasan kedua adalah karena ingin fokus aja menekuni departemen ini sampai pada akhirnya bisa menjadi orang layer 1 di departemen ini. Saat itu, aku  juga pernah membaca sebuah buku yang berjudul “Ph.D Parent Stories” karya Pak Ario Muhammad yang dibuku tersebut membahas teori “grit” hasil riset dari Dr.Angela Duckworth. Dr.Angela membuat sebuah teori yang bernama “Grit” dari sebuah riset psikologi lebih dari satu dekade lamanya. Jika kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, grit ini seperti reaksi yang kita lakukan ketika sedang menahan beban yang sangat berat lewat gemeretak gigi kita karena menahan sakit yang teramat sangat, namun kita terus bertahan melakukannya. Dalam bahasa Inggris, grit diterjemahkan sebagai kekuatan gabungan antara passion dan kemampuan untuk berusaha menghadapi kesulitan dalam waktu yang lama. Menurut Angela, kesuksesan tidak ditentukan dengan bakat lahir yang dibawa, tetapi ditentukan dari level grit orang tsb. Karakter grit ini tidak dibentuk satu dua hari tapi bisa bertahun-tahun. Latihannya pun dengan melakukan “hard thing”, yaitu aktivitas rutin yang dilakukan secara rutin, serius, penuh konsentrasi, juga dengan evaluasi, dan perbaikan terus menerus sepanjang waktu. Salah satu contohnya ya ini dengan menjadi anggota organisasi, Fyi juga, teori Dr.Angela ini juga direkomendasikan untuk perusahaan-perusahaa untuk menilai calon pelamar. Salah satu cara untuk mengenal apakah seseorang memiliki karakter grit adalah dengan melihat latar belakang aktivitasnya. Jika orang tersebut loyal terhadap sebuah organisasi, tidak berganti-berganti organisasi maka dia punya grit yang bagus. Keterlibatannya tapi bukan hanya jadi pelengkap doang ya, tetapi dia mengambil peran juga untuk memajukan organisasi. 
- Alasan ketiga adalah menjadi banyak link hehe, baik link ke mahasiswa FIK lain, dosen, maupun mahasiswa fakultas lain. Dengan menjadi orang layer 1, kamu akan menjadi orang pertama yang dihubungi oleh orang lain jika orang tersebut memiliki kepentingan dengan departemen kita. 
- Alasan ke empat adalah ternyata benar dengan menjadi orang layer 1 kita menjadi benar-benar belajar untuk mengembangkan softskill. Misalnya, dulu akutu orang yang sangat pemalu ketika menyampaikan pendapat, tetapi setelah menjadi orang layer 1 mau gamau harus berpendapat, apalagi berpendapat untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan departemenku, aku hajar habis-habisan sekarang wkwkw. Terus aku belajar buat menjadi orang yang bertanggung jawab. Soalnya kalau aku ga bertanggung jawab mau jadi apa yakan departemenku ini. Aku juga belajar untuk bodoamat ke orang-orang yang meragukan kepemimpinanku. 

Jadi dulu tu di awal-awal aku belajar memimpin, ada beberapa orang yang sedikit ragu dan selalu nyinyir di belakang. Tapi aku ya bodoamat yang penting aku melakukan yang terbaik. Setiap orang punya gaya memimpinnya masing-masing kan ? Yang penting gaya kepemimpinanku ga melenceng dari teori kepemimpinan. Mereka nyinyir pun ga bisa membuat departemen ini jadi lebih baik, jadi ya lebih baik bersikap bodoamat.

Tapi memang ada hal-hal yang dikorbankan jika menjadi pemimpin:
1.     1. Peluang untuk menghilang. Jika kamu menjadi orang layer 1 ga akan ada peluang untuk menghilang sejenak dari kehidupan nyata wkwk. Soalnya akan selalu banyak yang bertanya. Kecuali kamu memang benar-benar tega dan tidak punya rasa tanggung jawab.

2.      2. Bekerja lebih banyak. Walaupun proker sudah memiliki PJ nya, tetapi ingat kamu yang membawahi semua proker itu, jadi jangan lupa untuk selalu membantu semua proker yang kamu bawahi. Di sini kamu akan menjadi pembantu umum hehe.

3.     3. Tiba – tiba menjadi orang tersibuk. Nah ini, sudah aku katakan dari awal bahwa PdanK memiliki banyak proker yang rata-rata prokernya satu tahun kepengurusan. Hal ini akan membuat kita lebih sering menghabiskan waktu untuk mengurus proker-proker itu. Maka dalam 5 hari kuliah jarang banget aku pulang sebelum maghrib hehe. Tak hanya itu, terkadang kemahasiswaan FIK juga meminta bantuan kepada PdanK seperti memasukkan data prestasi dan mengontak mahasiswa yang memiliki prestasi. Bayangkanlah ketika hari menjelang lebaran, aku masih berjibaku memasukkan data prestasi satu per satu. Untungnya ada wakilku yang setia membantu. Thanks to ara 😊
Tak hanya itu, ketika di perjalanan pulang pun aku masih sibuk mengontak mahasiswa satu-satu sampai pegal nih jari wkwk. Tapi Alhamdulilah, setelah kerja keras memasukkan data prestasi, jumlah prestasi FIK berada di urutan ke-3 se-UI.

4.      4. Ketika prokermu tidak diminati. Nah ini salah satu proker PdanK yang menjadi momok seluruh mahasiswa FIK adalah PKM. Aku juga gapaham kenapa mereka seperti alergi gitu dengan PKM se maba-mabanya. Padahal di awal si maba-maba ini sudah disambut oleh PKM dengan disajikan hal-hal yang menarik dari PKM, apa benefitnya, dan lain sebagainya. Tetapi tetap saja ya mereka enggan untuk upload. Tetapi Alhamdulilahnya Si PJ PKM ini sangat gesit dan punya banyak ide untuk membuat mahasiswa FIK banyak yang upload. Salah satu caranya adalah mewajibkan semua mahasiswa yang mengambil matkul kewirausahaan untuk mengupload PKM dan dosen yang mengampu matkul ini bisa diajak kerjasama yay! Thanks to Suci selaku PJ PKM.

Setelah melihat perjalanan PdanK satu tahun kebelakang hingga akhirnya bisa lengser dengan damai, Eh belum damai deng masih belum pada upload PKM ke Dikti sampai detik ini. 
Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua anggota PdanK dan juga non PdanK yang membantu suksesnya proker PdanK di tahun 2018.

1.      Thanks to Ara, yang sudah menjadi partner setia di PdanK walaupun kita seringkali beda pemikiran tapi aku paham, semua itu demi kebaikan PdanK. Terima kasih juga selalu mengingatkan aku yang pelupa ini huhu. Terima kasih juga sudah mau mewakili aku saat dulu rapat pertama kali bareng PIBPH BEM FIK UI 2018 dan sudah bersedia presentasi GD :”) Semangat ya jadi nahkoda BEM FIK UI 2019 !

2.      Thanks to Suci, PJ PJM dan bendahara PdanK.
Terima kasih ci sudah mau mengurus pernak pernik workshop PKM, sudah mau memikirkan gimana caranya agar mahasiswa FIK banyak yang mau uplodad, sudah mau ng PC ketua PKM satu-satu sampai-sampai nomormu diblock :”, oh ya terima kasih juga ci sudah menjadi bendahara PdanK yang sering follow up ke gd.A dan rajin menagih uang kas hehe. Yang terakhir, terima kasih sudah mau lanjut di PdanK tahun 2019 ini. Tetap semangat suci !

3.      Thanks to Kiki, PJ FIBER andalanqu. Terima kasih kiki sudah bersabar mengurus FIBER dari mulai grand opening sampai grand closing. Terima kasih sudah mengurus setiap bulannya, menghubungi pelatih, menghubungi peserta, membeli snack, dan lain-lain. Selain itu maafkan ki waktu itu pernah dimarahi ibu kost gara-gara banyak kiriman botol :”” Terima kasih juga ki masih mau lanjut di PdanK 2019 ini. Semagaaat kiki !

4.      Thanks to Dika, PJ OIMqu. Terima kasih dik sudah mau mengurus OIM FIK dan para kontingen OIM FIK. Mulai dari mengkoordinir bikin soal OIM quiz untuk FIK, lalu menghubungi calon kontingen, mengurus pendaftaran ke OIM UI, ngoprak-oprak latihan quiz, dan hadir menemani para kontingen debat di hari H. Oh ya, terima kasih dik sudah menjadi the next model PdanK tahun 2019 ini hehe

5.      Thanks to Janah, VPO NURSE. Terima kasih janah sudah bersedia menjadi wakil PO NURSE FIK UI 2018. Terima kasih jan sudah bertahan mengurus NURSE dengan segala tantangan dan air mata. Mulai dari memikirkan pre-proposal, bolak balik ke rektorat dan gedung A, mengurus SKP, seminar, semua-muanya. Terima kasih jan sudah melakukan yang terbaik di NURSE. Maafkan aku ya aku ga maksimal jadi SC kalian di NURSE :” Tetap semangat jan !

6.      Thanks to Odi, PJ Ilmiahku di PILMPARES. Terima kasih odd sudah mau melanjutkan lagi di PdanK 2018. Terima kasih sudah mau mengurus ilmiah pilmapres yang sedikit rempong ya sis. Mulai dari mengumpulkan berkas, menilai berkas yang cukup membuat kita pulang termalam dari gd.E lt 7. Terima kasih juga sudah mau menawarkan diri untuk membantu mengurus PKM huhu. Tetap semangat od ! oh ya semagat juga GUIM nya yaa :D

7.      Thanks to Nadiya, PJ Seminar NURSE yang paling bertahan. Terima kasih nad sudah mau bertahan seorang diri pula ya di divisi seminar NURSE. Terima kasih sudah mengurus seminar NURSE dengan segala kerempongannya mulai dari ngrumusin tema, mengurus hal teknis hari H, ngurus sertifikat, dan lain-lain. Tetap Semangat naad !

8.      Thanks to Fitri, wa Pj OIM. Terima kasih fit sudah membantu PdanK mulai dari jadi anggota ilmiah yang dulu pernah malem-malem dari asrama Cuma mau ke gd.E lt 7 mengantar berkas esai para mapres :”). Terima kasih juga fit sudah mau mengurus proposal, lpj, lapkeu ke gd.A. Tetap Semangat ya fitri !

9.      Thanks to Diah, Wa PJ PKM. Terima kasih di sudah mau hadir di PdanK di awal-awal kepengurusan dengan menjadi PJ konsumsi di Pilmapres. Terima kasih sudah mau mengurusi konsumsi selama pilmapres. Sudah mau ribet-ribet mengurus konsum saat rapat. Dan makanan andalannya adalah “pisang nugget” hehe enak juga ya ternyata. Maafkan aku ya di kalau aku kurang touch up setelah itu. Aku sudah berusaha untuk PDKT kembali tetapi selalu gagal karena ga pernah direspon :” tetapi aku terima kasih banget sudah membantu di PdanK 😊 tetap semangat ya diah !

Itulah para pahlawan di PdanK BEM FIK UI 2018. Tanpa mereka aku hanyalah butiran debu. Tanpa mereka proker-proker PdanK hanyalah sebatas mimpi. Terima kasih sekali lagi untuk kalian yang sudah bertahan di PdanK mewujudkan semua mimpi-mimpi di PdanK. Semoga kalian mendapatkan hal yang lebih selain rasa lelah. Semoga apa-apa yang kalian lakukan selama di PdanK juga menjadi satu catatan kebaikan ya.  Semoga persaudaraan kita tetap terjaga walaupun aku sudah lengser hehe
SEMANGAT PARA PEJUANG PDANK 2019 ! Aku tungguh nih ada perubahan apa di PdanK 2019 ?

Salam,
Destin Kurniawati
Mahasiswa yang sudah lengser dari PdanK BEM FIK UI 2018
                              Rumah, 7 Januari 2019


Komentar

  1. 💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H