Rasanya sudah lama sekali saya tidak hadir di lingkaran kebaikan yang rutin dilakukan tiap pekan. Rindu sekali rasanya berkumpul bersama mereka. Yang selalu setor hafalan tiap pekannya, yang selalu membacakan sirah nawabi, dan yang selalu mengingatkan kebaikan untuk dijalani sehari-hari.
Hari ini saya belajar dari kakak mentor terkait dengan "merasa cukup". Maksud dari merasa cukup di sini bukan tentang cukup dengan usaha kita yang segini-gini aja, atau ibaah kita yang segini-gini aja. Tetapi maksudnya adalah selalu merasa cukup dengan apa yang sudah kita dapatkan, jangan membanding-bandingkan dengan milik orang lain sebagai standar kesuksesan padahal membandingkan itu ga akan pernah ada ujungnya.
Manusia yang bijak kata ibu Septi Peni pendiri IntstitutIbu Profesional (IIP) bukan mereka yang terus membandingkan diri mereka dengan orang lain, melainkan mereka yang membandingkan diri mereka hari ini dengan diri mereka di hari kemaren. Apakah ada progress perbaikan ?
Berprogreslah walaupun cuma sedikit, gapapa, pelan-pelan. Kalau kata orang Jawa alon-alon asal kelakon hehe.
Kebetulan teman saya di lingkaran kebaikan ini semuanya mahasiswa tingkat akhir yang sedang riweuh dengan skripsi. Ada yang masih berusaha mencari judul dengan membaca puluhan jurnal internasional. ada yang sudah mulai menemukan titik terang topik yang diajukan di acc, ada juga yang tinggal mengerjakan saja.
Semoga hari demi hari kita berpogress ya. Baik untuk skripsi maupun target ibadah harian.
Ingat, jangan bandingkan progresmu dengan orang lain. Tetapi bandingkan dengan dirimu hari kemarin. oke ?
Depok, 15 Januari 2019
Komentar
Posting Komentar