Langsung ke konten utama

Sepercik Kisah Perjalanan Sago Scholarship Care (SSC)


Pada saat aku kelas 12 SMA, aku secara tidak sengaja berjanji dalam hati. Ketika aku nanti kuliah aku ingin berkontribusi kepada sekolah dengan membantu adik-adik kelasku sebelum aku lulus S1. Dulu ga pernah kebayang bagaimana caranya. Hanya benar-benar murni janji saja. Saat itu aku termotivasi oleh kakak kelasku yang juga alumni SMA ku (lulus tahun 2009) yang beliau ini juga sedang berusaha memberikan beasiswa untuk adik-adik kelasnya saat masih kuliah di UI.

Alhamdulilah ternyata salah satu harapanku saat masih kuliah lambat tahun mulai tergambar jelas. Pada saat SMA kelas 12 aku dan teman-teman yang lain mendapatkan semacam bimbingan dari kakak kelas kami yang sudah berkuliah. Pada saat itu kami dibuatkan satu grup di facebook yang akan diberikan info-info kuliah setiap malam minggunya. Selain itu, kami juga diberikan bantuan buku-buku untuk belajar yang aku akui sangat membantu sekali. 

Pada akhirnya, setelah aku diterima di perguruan tinggi, aku menjadi berinisiatif untuk meneruskan program tersebut dan berbicara dengan salah satu kakak kelasku yang dulu membantuku dan teman-temanku. Ternyata beliau ini juga masih semangat sekali untuk membantu adik-adiknya. Lalu pada tahun 2015 kami meneruskan program ini tetapi untuk anak-anak yang kami bimbing masih kami pilih sendiri dan tidak ada aturan yang jelas, hanya semacam meminjamkan buku dan memberikan informasi. Begitupun saat tahun 2016, program ini hampir sama seperti saat tahun 2015 hanya saja adik-adik yang akan dibimbing diwawancara terlebih dahulu secara online. Tetapi belum ada kepengurusan, dan aturan yang jelas.

Lalu pada tahun 2017, kami ada inisiatif lagi untuk bersilaturahmi ke tempat guru-guru kami. Kami pun bercerita kepada mereka atas maksud baik kami. Alhamdulilah guru-guru kami juga sangat mendukung. Sehingga di pertengahan tahun 2017 kami mengadakan seleksi secara resmi di sekolah. Alhamdulikah banyak dari adik-adik yang dulu pernah dibimbing sama kami untuk membantu seleksi ini. Seleksinya sederhana, hanya dari wawancara saja untuk mencari adik-adik yang menjadi kriteria kami.
Silaturahim ke tempat bu Mul 

Silaturahim tempat bu Endah


Oh ya, SSC ini membantu adik-adik yang kurang secara finansial tetapi memiliki semangat untuk berkuliah dan mau berjuang. Sudah dua kriteria itu yang kami cari. 

Setelah itu, kami menentukan 24 adik untuk kami bimbing satu tahun ke depan. Di tahun ini, sistem bimbingan di SSC sudah lebih jelas, yaitu :
1. Ada gathering di awal untuk pembagian buku
2. Ada mentor untuk setiap anak (1 mentor memegang 2-3 anak)
3. Ada sistem belajar yang jelas di grup (sudah dibuat jadwal per minggu akan belajar apa saja)
4. Ada sistem donasi 

Tetapi pada tahun 2017 pun belum terlalu jelas struktur kepengurusannya. Aktor penggerak SSC masih anak itu-itu saja. Selain itu, saat pembagian buku juga lupa untuk ditulis pembagian kelompoknya dan list bukunya. Sehingga kami kesulitan untuk mengumpulkan buku di akhir kepengurusan. Selain itu, kami belum kepikiran adanya MoU untuk menjaga komitmen antara SSC dan adik-adik. Tetapi Alhamdulilah, para aktor penggerak SSC ini sangat responsif dan keren sehingga dari tahun 2017-2018 program SSC sudah lebih baik dan banyak adik-adik yang diterima di perguruan tinggi.

Gatering SSC 2017

Para pengurus SSC 2017

Lalu, pada tahun 2018 akhir kami para aktor penggerak SSC ada obrolan lagi bagaimana jika pengurus oprec pengurus SSC agar lebih terstruktur dan juga mengajukan proposal ke sekolah. Sehingga kami membuat kepengurusan di internal aktor penggerak SSC dengan susunan sebagai berikut :


  • Ketua : Khairil Anwar 
  • Kabid Akademik : Anton Sudirman
  • Kabid Adkesma : Destin Kurniawati
  • Kabid PSDM : Rizki Hasna Puri Mutia
  • Kabid Humas : Adi Setya Frida Utami
para aktor penggerak SSC :)

Mereka lah para aktor penggerak SSC. Setelah terbentuk susunan internal SSC beserta jobdescnya, kami membuka oprec untuk seluruh alumni Sago. Oh ya, kami juga membuat akun resmi instagram SSC, yaitu @sagoscholarship monggo difollow hehe. Nah melalui akun ig tersebutlah kami mereport seluruh kegiatan SSC ataupun informasi dari SSC. Ya untuk semacam pertanggung jawaban publik.
Setelah dibuka oprec Alhamdulilah antusias para alumni sangat baik. Dari mereka banyak yang ingin berkontribusi melalui SSC dengan mendaftarkan diri menjadi pengurus. Dari kami hanya mewawancarai mereka terkait komitmennya di SSC akan seperti apa. Karena walaupun bukan organisasi besar tetapi program ini cukup serius sehingga kami pun mencari pengurus yang juga serius dan ikhlas dari hati mau berkontribusi.
Setelah terbentuk pengurus, kemudian di akhir Desember lalu kami mengadakan seleksi di sekolah. Seleksinya juga sederhana, hanya membawa fotocopy raport dari semester 1-5 dan mengisi formulir yang disediakan. Di formulir tersebut berisi data diri, pilihan prioritas 1-3 untuk mendaftar perguruan tinggi, dan motivation letter mengikuti program SSC.
Mengisi formulir

Seleksi wawancara


Kriteri adik-adik yang kami cari pun sama dari tahun lalu, yaitu yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah tetapi memiliki semangat yang tinggi dan mau berjuang. 

Alhamdulilah di awal tahun 2019 ini terpilih 24 adik (16 IPA, 8 IPS) untuk berjuang bersama di SSC. Beruntunglah kalian karena sistem di SSC insha Allah tahun ini sudah lebih baik hehe jadi manfaatkan ya.
Di tahun ini kami juga memperbarui sistem SSC tahun lalu, yaitu :

1. Mengadakan gathering di awal. Hal ini bertujuan untuk saling mengenal antara pengurus SSC dan adik-adiknya. Di gathering ini mereka diinfokan beberapa hal yang akan mereka dapatkan ketika menjadi penerima bimbingan SSC. Mereka juga menandatangi MoU untuk menjaga komitemen SSC dan mereka.
adik adik SSC 2019 plus pengurus

para aktor pengurus 2019 tapi ga lengkap hehe

Gathering SSC 2019

2. Memiliki aturan yang jelas. Aturan ini kami tuangkan dalam bentuk MoU yang ditandatanagi untuk mereka. Di sana ada kewajiban dan hak dari masing-masing pihak. 
3. Pembagian buku menjadi lebih rapi. Dulu, pembagian bukunya belum terlalu rapi, masih tidak terdata daftar perkelompok bukunya, dan list buku-buku apa saja yang dibagikan pun tidak terdata.

pembagian buku untuk belajar masuk perguruan tinggi

4. Memiliki struktur organisasi yang jelas sehingga jobdesc yang akan dijalankan juga jelas. Hal ini akan sangat mempengaruhi kinerja SSC satu tahun ke depan. 

Oh iya kami mengupayakan SSC ini agar tetap berdiri adalah karena kami iba melihat banyak teman-teman kami ataupun adik kelas kami yang belum bisa berkuliah lantaran kurangnya baiaya ataupun kalau jamanku dulu masih kurangnya informasi pendaftaran. Padahal dari mereka memiliki semangat juang yang tinggi. Sehingga dari kami berinisiatif mengupayakan berdirinya SSC ini agar semakin banyak adik-adik kelas kami yang bisa berkuliah. Kenapa berkuliah ? Karena di dunia ini yang dicari bukan hanya uang, karena dengan berkuliah cakrawala pandang dalam memandang kehidupan menjadi lebih luas, dan akan perlahan-lahan akan menemukan makna hidup - ini yang aku rasakan sampai detik ini. Tak hanya itu, dengan berkuliah pandangan bekerja pun bukan hanya sekedar "mencari uang", tetapi juga makna dari bekerja itu, yaitu bisa bermanfaat bagi orang lain. 

Oke mungkin ada yang lebih memilih bekerja, itu juga monggo. Itu pilihan. Tetapi dengan bekerja selepas lulus SMA mau bekerja apa ? di pabrik ? di PT PT ? atau jadi apa ? Okelah, mungkin bisa saja bekerja dan mendapatkan gaji yang gede tiap bulan. Tapi itu hanya temporer toh ? Rata-rata perusahaan di perkotaan mereka memakai sistem kontrak. 
Apa sudah memikirkan rencana jangka panjang kalau sudah tidak bisa bekerja di sana mau ngapain ? Udah punya keterampilan yang memadai belum ? atau nanti mau jadi pengangguran dan hanya menjadi beban negara ? mau jadi manusia yang seperti itu ? 

Kami berharap adik-adik SSC memiliki pemikiran yang lebih jernih untuk menentukan masa depan mereka. Ingatlah berbagai keputusan yang diambil selepas SMA adalah keputusan permanen, satu keputusan dari penentuan hidup kalian ke depan mau gimana. Maka apapun keputusna yang kalian ambil nanti jangan sampai menyesal. Pun dalam menentukan jurusan kuliah, mau kuliah dimana dan jurusan apa pastikan kalian sennag di sana dan mampu menjalani. Tidak ada kuliah yang enak. Semua jurusna memiliki tantangannya masing-masing. Sehingga maka benar, kuliah itu hanya untuk orang-orang yang mau berjuang dan perjuangan itu sudah dimulai sejak sekarang, sejak kalian menjadi siswa SMA yang berusaha untuk belajar untuk tes masuk perguruan tinggi. 

Bagi yag masih bingung mau ngambil jurusan kuliah apa, sabi lah ya kita ngopi-ngopi duu sambil ngobrol-ngobrol hehe.

Tenang saja, dari SSC insha Allah akan mengadakan sesi konsultasi koq. Jadi tunggu infonya saja.

Sekaian, semoga adik-adik bisa memanfaatkan SSC ini dengan baik ya. Untuk pengurus SSC juga semoga tetap semangat membersamai adik-adik sampai akhirnya mereka bisa berkuliah :)

Selamat berjuang ! Mari menangkan !

"Bercita-cita melahirkan calon-calon pemimpin di bidang kemanusiaan dan peradaban dengan menyeimbangkan nilai-nilai akademis, moralitas, dan seni. Bertujuan menghasilkan generasi bangsa Indonesia yang lebih makmur dan demokratis, yang berfokus pada perdamaian, keadilan, dan nilai-nilai peduli lingkuangan yang kuat." (Universitas Indonesia, n.d)

Rumah, 9 Januari 2019


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H