Langsung ke konten utama

Momok Bahasa Inggris

Dulu jaman masih sekolah, bahasa Inggris adalah pelajaran yang paling tidak aku suka. Akibat dari ketidaksukaanku kemampuan bahasa Inggrisku pun sangat minim. Aku gak suka bahasa Inggris karena susah dan ribet tapi herannya aku juga gamau berusaha wkwk

Dampak dari ketidaksukaanku terhadap bahasa Inggris terasa sekali saat awal-awal masuk kuliah. Dengan berbagai adaptasi dengan sistem belajar di kampus dan matkul-matkulnya, ternyata hampir semua buku referensi kampus menggunakan bahasa Inggris. Baik itu ebook maupun hardbook. Saat itu aku stress banget ketika harus mencari referensi materi untuk tugas IBD (ilmu biomedik dasar) yang semuanya benar-benar berbahasa Inggris. Apalah daya, pada akhirnya aku menggunakan fitur di google yang bernama google translate untuk mentranslate materi di buku tersebut. Walaupun hasil transletannya harus dicerna lagi, tapi itu lebih baik daripada aku harus baca langsung. 
Tak hanya itu, ketika ada matkul MPK B.Inggris pun demikian, di kelas ini dosenku sangat mendorong mahasiswanya untuk aktif berbicara. Pokoknya di mata kuliah ini aku benar-benar merasakan tekanan batin karena gabisa ngomong bahasa Inggris wkwk. Apalagi matkul ini 1 minggu 2 kali, rasanya pengen kabur aja kalau ada matkul ini wkwk. Tapi rasanya begitu lega setelah melewati matkul ini hehe walaupun nilai bahasa Inggrisku masya Allah banget ya, ya syukuri aja :)

Aku kira penderitaan bahasa Inggrisku akan selesai setelah di akhir semester 1, ternyata di semester 3-6 masih ada mata kuliah yang bau bahasa Inggris, yaitu english for nurses (EFN). Bayangkan selama 4 semester lo ada matkul bahasa Inggris yang dimana lo ga suka dengan matkul itu wkwk.
Tapi pada akhirnya aku pun berdamai dengan keadaan dan menjalani matkul tersebut semester demi semester. Nah kompetensi EFN ini di setiap semesternya berbeda.

  • Saat di semester 3 disebut dengan EFN 1 dengan kompetensi reading and listening. Intinya di sini full latihan reading dan listening. 
  • Di semester 4 disebut dengan EFN 2 dengan kompetensi writing and presentation. Nah di semester ini kami dituntut untuk bisa presentasi berbahasa Inggris hehe. Topiknya bebas tapi yang penting masih berhubungan dengan kesehatan. Mengingat kemampuan speakingku juga tidak sebagus itu, maka sebelum maju aku pun latihan berhari-hari untuk menghafal presentasinya haha. Dan yang paling aku takutkan adalah ketika nanti ada yang bertanya tapi aku ga ngerti maksud dari si penanya itu apa wkwk tapi Alhamdulilah waktu itu semuanya berjalan lancar. Di semester ini juga aku belajar menulis esai berbahasa Inggris di tengah kemampuan writingku masih amburadul dari segi grammar dan juga vocab. Apalagi ada minimal kata yang harus ditulis. Kalau udah mentok bingung nulis apa gimana wkwkw. Tetapi waktu itu sebelum ujian, kami ada latihan menulis esai beberapa kali dnegan topik yang berbeda sehingga ya sedikit terlatih lah walaupun mungkin grammarny masih berantakan dan vocabnya masih terbatas hehe
  • Di semester 5 disebut dengan EFN 3 dengan kompetensi speaking yang dinilai melalui speech and english debate. debat woy debat wkwkwk. Debat pake bahasa Indonesia aja aku belum pernah :( Kalau speech masih lumayanlah masih bisa hafalan sebelum maju, walaupun ketika maju pun sangat nervous sekali sampai suara ini bergetar ketika berbicara wkwkwkwk. Tetapi Alhamdulilah dengan segala perjuangan jungkir baliknya untuk menaklukan debat dan juga menaklukan rasa malu karena kemampuan speaking pas-pasan akhirnya semester ini dilalui dengan baik hehe 
  • Di semester 6 disebut dengan EFN4 dengan kompetensi bisa mengerjakan soal IELTS. WOW IELTS bro! yang ujian akhirnya nanti ya seperti ujian IELTS wkwk. Untuk listening, reading, Okelah masih bisa belajar sendiri dan latihan sendiri. Tetapi untuk writing dan speaking :( tetapi gara-gara ada matkul ini aku jadi banyak belajar tentang IELTS walaupun sebenarnya motivasi utamanya adalah supaya bisa lulus matkul ini dan tidak ngulang. Pada akhirnya pun saat ujian speaking ya ngomong sebisanya hehehe mohon maaf bu kemampuan speaking saya masih pas-pasan. Tetapi akan segera saya upgrade koq :))
Jadi begitu ya teman-teman petualangku bersama bahasa Inggris. Pelajaran yang amat sangat aku gak suka tetapi malah selalu hadir setiap saat. Tetapi dari adanya paksaan untuk belajar bahasa Inggris kini aku mulai untuk menyukai dan senang belajar bahasa Inggris apalagi setelah aku punya keinginan untuk sekolah lagi nantinya (aamiinin dulu aja) di english speaking countries. Kemampuan bahasa Inggris adalah kemampuan yang wajib harus bisa.
Sehingga setelah melewati semua jenis EFN ini aku merasa bersyukur karena dipaksa untuk bisa bahasa Inggris. Mungkin kalau tidak begitu aku ga akan belajar bahasa Inggris. Selain itu aku juga sadar akan pentingnya bisa bahasa Inggris, karena bahasa Inggris adalah kunci untuk melihat dunia yang lebih luas. Aku juga menjadi merasa kemampuan bahasa Inggrisku terupgrade terutama ketika membaca ebook yang berbahasa Inggris. Sekarang jadi lumayan paham lah maksudnya tanpa harus pake fitur google translate. Selain itu kemampuan listening IELTS ku juga semakin bertambah walaupun masih di angka 5-5-6 wkwkwkwk. Masih jauh sih dari target minimum hehe doakan saja ya semoga semakin meningkat :)
Nah tapi untuk speaking and writing masih harus struggle banget untuk mengejar ketertinggalan.

Ndapapa, kemampuan bahasa Inggris adlaah kemampuan yang bisa dipelajari. Gapapa lambat asalkan jangan berhenti berusaha. Insha Allah kita pasti bisa :)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).
Rumah, 8 Januari 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H